Terjaga Pagi Ini

Pukul 6.11. Hawa dingin menusuk-nusuk tulang. “Elegi Esok Pagi” milik Ebiet G. Ade berdendang dari luar kamar. Jendela-jendela satu per satu dibuka.

“Aku di rumah. Aku benar-benar di rumah,” batinku, mencoba mencerna cerapan pertamaku pagi ini.

Kemudian aku teringat kalimat Jik Gung Alit padaku kemarin petang, “Go home. It’s important so that you will always remember your root.” Dan suara-suara yang membangunkanku pagi ini adalah anasir-anasir kecil yang menyerabut pada akarku.

Aku di rumah. Aku benar-benar di rumah; di antara akar yang kuat menyalurkan hara kehidupan untukku.

.

.

Sukasada, 4 Juli 2020