Pekan Pertama September Terakhir

September 2019 membuatku panik dan gusar. Aku menanti sekaligus membencinya. Ia membuatku mual dan ingin meledak. Ia membuatku penuh. Ia membuatku bersyukur.

Terlalu sering menangis membuatku sulit mengeluarkan air mata pada bulan ini. Mungkin aku sudah tidak bersedih lagi; aku berduka. Aku berduka meninggalkan kota ini dan seisinya.

Namun, hidup terus berjalan, bukan? Maka terimalah terima kasih dan maafku. Semoga semesta raya selalu bermurah hati pada kita. Kelak, kita akan berjumpa lagi untuk bercerita tentang keajaiban-keajaiban yang sudah dialami di masing-masing tempat kita berpijak. Siapa yang tahu, suatu saat nanti, aku bisa menghirup udara pagi Jogja yang sejuk, setiap harinya.

Potret diambil menggunakan kamera ponsel pribadi pada tujuh hari terakhirku di Yogyakarta. Semua potret ditangkap olehku sendiri, kecuali fotoku bersama Mbak Jajan yang diambil oleh Arjun.

20190831_114502

20190831_181208

20190901_052526

20190901_053901

20190901_125103

20190901_141325

20190902_075226

20190902_080747

20190902_111839

20190902_124035

20190902_142547

20190902_175023

20190903_162143

20190904_073243

20190904_141139

20190904_151048

20190904_152911

20190904_154704

20190904_163704

20190904_224604

20190905_083534

20190905_092321

20190905_122910

20190905_203931

20190906_121427

20190906_143236

20190906_150057

20190906_152343

20190906_185755

20190907_101558

20190907_102017

20190907_115023

 

Denpasar, 8 September 2019

Bersama kacau dalam kepala dan dada.