Mungkin

Saat asap membumbung dan lantas ia bersenggama dengan warna-warna cahaya, air mataku luruh bersama kemungkinan-kemungkinan yang kian mustahil. Debu-debu yang beterbangan di sela dentuman suara dan tepukan tangan orang-orang kemudian menyatu dengan titik-titik air itu. Rasanya, aku tidak akan pernah lagi percaya sepenuhnya pada apapun. Kerumunan dan dingin hangatnya udara malam ini membawanya semakin jauh dariku. Aku ingin menggapainya lagi tetapi ia tak terjangkau. Mungkin, kau bisa membantuku meraihnya kembali. Pun kalau kau bersedia tanpa harus aku memaksa. Kalau tidak, ingin aku membagi kabar bahwa aku mulai kehabisan daya untuk melakukannya seorang diri.

 

Yogyakarta, 3 September 2017
Seusai menonton konser Efek Rumah Kaca di PKKH UGM