Tadi Sore

Dari spion kanan motornya, seorang sopir Go-jek terlihat tersenyum. Wajahnya diterpa sinar matahari yang hangat. Pak polisi membantu menyeberangkan dua lelaki tambun dari kiri ke kanan jalan. Embus hawa pendingin ruangan sebuah toko di kanan jalan mengenai jaket jinsku. Burung-burung hinggap di pucuk salib gereja. Klakson mobil bersahutan. Kasir toko oleh-oleh menarik struk. Bapak penjaga parkir ramah menggenggam koin-koin seribu rupiah. Bau sampah di belakang sebuah mal tua, menyengat. Bunyi peluit di sana-sini. Jalanan sesak. Seorang cici berbincang dengan ibu berkerudung yang berdiri di depan toko kelontongnya. Tato naga memenuhi tangan lelaki pengendara motor astrea. Wangi masakan di foodcourt Progo. Pramuniaga menawarkan produk penyerap air, anti jamur. Kipas angin berputar pelan. Lampu merah menjadi hijau. Tiga tas plastik menggantung di bagian depan skuter matikku. Aku lapar.

Aku mengingat-ingat perjalanan berkendara tadi sore di seputaran Malioboro. Di hari terakhirku di Jogja semester ini. Musik latarnya berjudul “Lega” oleh The Adams. Sambil mendengarkan, mataku sempat berkaca-kaca melihat langit yang setengah mendung, setengah cerah. Aku berusaha memastikan bahwa aku sedang menjalani hidupku dengan penuh.

 

Dalam pesawat menuju Denpasar, menuju lepas landas
22 Juni 2017, 00:16 WITA