Bayanganmu

Petang tadi aku berjalan menapaki bayanganmu. Empat belas meter lagi bayanganmu itu akan kawin dengan tubuhmu sendiri di bawah lampu jalan yang membikin silap mata. Dengan seisi diriku aku ingin menginjak bayangan milik kepalamu yang penuh rambat-rambat tumbuhan yang terus hidup sebab akar-akarnya senantiasa dibasahi air tanah yang sejuk. Sempat beberapa kali kukatakan bahwa aku suka bentuk bibirmu. Tapi perlu kau tahu bahwa aku juga begitu terpikat pada isi kepalamu.

Yogyakarta, 23 Maret 2017